Palembang — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPIT Al Furqon Palembang tahun pelajaran 2026/2027 tampil berbeda dengan membawa terobosan baru. Mengusung konsep pembentukan karakter berbasis aksi nyata, kegiatan tahun ini tidak lagi menempatkan murid baru langsung ke dalam kelas definitif mereka. Sebaliknya, anak-anak dibagi ke dalam kelompok-kelompok dinamis lintas latar belakang untuk beradaptasi terlebih dahulu sebelum pembagian kelas resmi dilakukan.

Di balik perubahan konsep yang masif ini, kinerja dan dedikasi luar biasa dari pengurus Family menjadi jangkar utama yang memastikan seluruh acara berjalan tertib dan terarah. Sejak hari pertama, para pengurus Family tidak hanya bertindak sebagai panitia, melainkan berdiri di barisan paling depan sebagai mentor bagi adik-adik kelas mereka. Dengan komitmen integritas yang tinggi, mereka memandu proses pencairan suasana (ice breaking) dalam kelompok dinamis, memastikan perpindahan mobilisasi murid antar sesi luar ruang berjalan efisien, serta sigap mendampingi para murid baru yang membutuhkan adaptasi khusus.

Strategi pengelompokan sementara ini sengaja dirancang untuk mencairkan kecanggungan dan melatih kemampuan komunikasi sosial para murid baru. Sekolah menilai bahwa interaksi yang luas di awal masa sekolah akan membentuk mentalitas inklusif serta mempererat ukhuwah islamiyah antar murid sebelum mereka fokus pada dinamika akademik di kelas masing-masing.

Selain perubahan struktural dalam pengelompokan, MPLS tahun ini didominasi oleh pembelajaran luar ruang (outdoor learning) yang berbasis pengalaman langsung. Para murid diajak keluar dari ruang kelas konseptual demi mengikuti berbagai praktikum yang menantang penalaran dan kemandirian spiritual mereka. Kesuksesan manajemen lapangan ini tidak lepas dari peran aktif pengurus Family yang mengondisikan tiap area praktikum agar tetap kondusif dan aman.

Salah satu program luar ruang yang mencuri perhatian adalah agenda “Bedah Ruangan”. Dalam sesi ini, pengurus Family mendampingi setiap kelompok yang ditantang untuk menganalisis dan mengenali fungsi strategis setiap sudut sekolah, mulai dari laboratorium, perpustakaan, hingga ruang IT. Melalui orientasi lapangan ini, mereka juga diajak langsung menjaga kebersihan dan tata letak ruangan sesuai prinsip tata ruang yang rapi.

Tak kalah menarik yaitu praktikum pengurusan jenazah. Di bawah bimbingan langsung para ustaz dan ustazah, para murid mempraktikkan langsung tata cara memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan jenazah secara syar’i menggunakan manekin khusus. Pengurus Family bertindak sigap dalam mempersiapkan seluruh perlengkapan fardhu kifayah ini, sehingga materi yang diberikan mampu menanamkan kemandirian spiritual (Ahli Dzikir) serta kesadaran mendalam akan hakikat kehidupan dan kematian.

Namun, puncak dari rangkaian materi luar ruang yang paling membekas adalah “Ilmuwan Core”. Program ini merupakan praktikum sains eksperimental interaktif di luar kelas yang dirancang untuk memantik daya kritis dan logika berpikir murid. Di sini, pengurus Family membantu menyiapkan logistik eksperimen dan memotivasi jalannya diskusi kelompok, melatih jiwa inovasi dan semangat Ahli Fikir sejak dini.

Melalui integrasi materi yang seimbang antara kapasitas intelektual dan kematangan spiritual, serta didukung oleh kinerja Family yang solid sebagai jembatan inklusif antarmurid, MPLS 2026 tidak sekadar menjadi seremonial belaka. Kegiatan ini menjelma menjadi sebuah gerakan kebaikan nyata demi menyiapkan murid SMPIT Al Furqon Palembang sebagai calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan siap berikhtiar di tengah masyarakat.

Rangkaian inovasi pada MPLS SMPIT Al Furqon 2026 berhasil membuktikan bahwa pengenalan lingkungan sekolah dapat bertransformasi menjadi laboratorium karakter yang aplikatif. Melalui kolaborasi apik bersama pengurus Family, kegiatan ini sukses meletakkan fondasi utama bagi murid baru agar senantiasa “Beriman dalam bersikap, Berilmu dalam berkarya, dan Bijak dalam bermedia.” Dengan penanaman tiga pilar utama tersebut sejak dini, para murid tidak hanya siap menghadapi tantangan akademik, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi emas yang adaptif, berintegritas, dan membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. (APP)